Kamis, 24 Juni 2010

Rupert Murdoch: iPad Penemuan Fantastis


NEW YORK, KOMPAS.com — Kehadiran iPad, komputer tablet buatan Apple, kembali mendapat pujian. Kali ini pujian datang dari Rupert Murdoch, taipan media pimpinan kelompok grup media News Corp.

"Ini merupakan penemuan yang fantastis," kata Rupert Murdoch memuji iPad di depan umum saat menjadi pembicara dalam pembukaan New York Forum, Selasa (22/6/2010), seperti dilansir situs Business Week. Menurut dia, iPad berhasil memadukan berbagai kelebihan sehingga bisa menyajikan berbagai jenis media untuk semua kalangan dari anak usia tiga tahun hingga orang tua berusia 100 tahun.

Murdoch percaya iPad akan mendorong munculnya perangkat tablet lebih banyak lagi. Bahkan, ia meyakini ratusan ribu perangkat tablet semacam itu akan menjadi barang bawaan banyak orang di seluruh dunia.

Munculnya iPad secara langsung maupun tidak memang diyakini akan menyelamatkan bisnis media. Selama ini, Murdoch termasuk tokoh utama yang menentang model konten gratis karena dinilainya membunuh masa depan media cetak. Situs Wall Street Journal, salah satu media yang kini dimilikinya, masih bertahan dengan menarik bayaran kepada pelanggannya untuk mengakses konten secara penuh.

"Saya yakin dalam lima tahun akan ada ratusan ribu iPad dan perangkat sejenis iPad di seluruh dunia. Ini merupakan pasar baru yang besar," tegas Murdoch sebelum mengulas topik-topik lainnya seperti kebijakan politik dan ekonomi AS pimpinan Presiden Barack Obama.

New York Forum merupakan acara pertemuan para CEO, pembuat keputusan, dan pemimpin berbagai organisasi di AS untuk menghasilkan rekomendasi bagi perbaikan ekonomi di AS. Forum ini digagas Richard Attias yang juga penyokong Forum Ekonomi Dunia yang rutin digelar setiap tahun di Davos, Swiss.

Apple Impor Layar iPad


TEMPO Interaktif, California - Apple kewalahan memenuhi lonjakan permintaan iPad dan iPhone 4 yang laris manis di pasaran. Perusahaan yang dipimpin Steve Jobs ini akhirnya menggandeng Samsung Electronics untuk memasok layar sentuh iPad yang berukuran 9,7 inci.

Dengan demikian, artinya Apple menggunakan dua perusahaan asal Korea Selatan sebagai pemasok layar sentuh untuk gadget buatannya, yakni Samsung dan LG Display.

LG Display, pabrikan pembuat panel LCD terbesar kedua setelah Samsung Electronic sebelumnya telah mengirimkan hampir satu juta layar sentuh pada bulan Mei lalu. Angka itu merupakan tambahan atas 700 ribu dan 800 ribu layar sentuh iPad yang telah dikirimkan pada bulan Februari dan Maret.

Sementara mulai bulan Juli, Samsung diharapkan dapat memenuhi permintaan 500 ribu unit layar sentuh setiap bulan. Tiap layar sentuh Apple iPad diperkirakan memakan biaya hingga US$ 90. Adapun harga iPad yang paling murah di Amerika sebesar US$ 499. Artinya, komponen layar sentuh ini menjadi bagian paling mahal dari iPad.

Surat kabar teknologi, DigiTimes memperkirakan sebanyak 1,2 juta iPad laris terjual setiap bulannya, sedangkan hingga akhir tahun ini permintaan terhadap komputer tablet itu mencapai 2,5 juta unit per bulan.

Minggu, 20 Juni 2010

10 Senjata Api Rifle Terbaik Di Dunia..


10. M14
Di akhir Perang Dunia II, dengan pleton infantri Amerika membawa 4 senjata berbeda -dan juga 4 tipe amunisi berbeda-.Angkatan bersenjata AS memutuskan mengembangkan sebuah senjata yang bisa melakukan banyak tugas. Hasilnya adalah M14. Pertama kali digunakan pada tahun 1957, senjata baru yang akurat ini mempunyai stopping power yang bagus dengan peluru standar NATO 7.62mm. digunakan secara besar-besaran di Vietnam, para tentara menyukai kekuatan dan akurasi tetapi bermasalah dengan berat senjata dan amunisi. Tidak lama, senjata ini digantikan dengan M16 yang lebih ringan. Tetapi beberapa garis depan tetap memakainya, terutama untuk sniper rifle.
Type: Semi or Fully Automatic Rifle
Caliber: 7.62 x 51 mm (.30 inch)
Muzzle Velocity: Approximately 2,799 feet per second
Rate of Fire: 700-750 rounds per minute

9. STURMGEWEHR 44/STG 44


Jerman sudah lama tidak berperang dengan Rusia ketika menjadi jelas bahwa pasukan infantri Jerman bersenjatakan bolt action Mausers tidak mendapat posisi baik dalam pertempuran melawan senjata otomatis Rusia . Sebagai jawabannya, para pengembang senjata Jerman datang dengan senjata baru yang revolusioner, yang disebut “senapan serbu/ assault rifle (terjemahan langsung dari kata Sturmgewehr). kunci kesuksesan senjata ini terletak pada peluru 7.92 mm yg memungkinkan tembakan otomatis dan efektif. Para tentara juga bisa membawa lebih banyak amunisi. Biarpun kehadirannya sudah terlambat untuk membalikkan keadaan Jerman yang sudah kalah, tetapi senjata ini adalah inovasi baru pada jamannya.
Type: Semi or Fully Automatic Assault Rifle
Country of Origin: Germany
Caliber: 7.92 x 33 mm
Cartridge Capacity: 30 rounds
Muzzle Velocity: Approximately 2,133 feet per second
Rate of Fire: 500 rounds per minute

8. 1903 SPRINGFIELD

Performa buruk pada senapan Norwegia Krag-Jorgensen yang dipakai tentara AS pada perang Amerika-Spanyol membuat para perancang senjata mencari lagi senjata standar infantri. Mereka “meminjam”senapan Jerman, 7mm Mauser, menambah sedikit modifikasi, dan menciptakan senapan yang bermagasin, yang secara fenomenal menambah akurasi. 1903 dengan cepat mendapat reputasi sebagai senjata api yang akurat dan kuat – pada perang di hutan Belleau pada tahun 1918, Marinir AS bersenjatakan 1903 springfield memotong serangan balasan musuh dari jarak 700-800 yards. Senapan ini terus digunakan pada Perang dunia II, perang Korea, bahkan sebagai senapan sniper pada perang Vietnam.
Type: Bolt-Action Rifle
Country of Origin: United States
Caliber: 7.62 x 63 mm (.30-06 inch)
Cartridge Capacity: 5 rounds
Muzzle Velocity: Approximately 2,700 feet per second
Rate of Fire: 10 rounds per minute

7. STEYR AUG

Mencari senjata yang lebih mirip di film-film sains fiksi, “cacat” paling serius dari Steyr AUG adalah bentuknya yang menakuti pembeli potensial setalah dikenalkan tahun 1977. Dalam konfigurasi “Bull-pup” yang radikal ini, hampir semua sistemnya berada di belakang pelatuk, dan hasilnya adalah senjata yang ringkas dan mudah digunakan.
Type: Semi or Fully Automatic Bull-Pup Assault Rifle
Country of Origin: Austria
Caliber: 5.56 x 45 mm (.22 inch)
Cartridge Capacity: 30 and 42 rounds
Muzzle Velocity: Approximately 3,084 feet per second
Rate of Fire: 650 rounds per minute

6. MAUSER K98k CARBINE

Pertama kali diproduksi pada akhir abad 19, serbuk mesiu tanpa asap, bisa diisi dengan magasin, dan terutama, fitur ‘bolt action’ dimana menjadi dasar senapan berburu pada jaman sekarang. Model aslinya digunakan selama perang dunia 1 dan menghasilkan efek yang besar, tetapi ketika Jerman mulai mempersenjatai ulang pada tahun 1930-an, senapan 98 mendapat upgrade yang membuat lenih ringan dan lebih mudah dibidik. Walaupun tidak dapat dihindari bahwa senjata ini dikalahkan oleh senapan otomatis, senapan ini bertahan sebagai senjata terbaik sepanjang masa.
Type: Bolt-Action Rifle
Country of Origin: Germany
Caliber: 7.92 x 57 mm (.30 inch)
Cartridge Capacity: 5 rounds
Muzzle Velocity: approximately 2,822 feet per second
Rate of Fire: 10-15 rounds per minute

5. FN FAL

Terinspirasi oleh StG.44, Pabrik senjata Belgia, Fabrique Nationale (FN) mengembangkan FAL yang pelurunya sama dengan StG.44. Namun ketika NATO mengeluarkan kebutuhan peluru standar 7.62 mm, FN merombak desainnya dan membuat senapan yang bisa diisi banyak peluru dan kuat. FN FAL dengan segera menjadi senjata klasik selama perang dingin, digunakan oleh 50 negara biarpun FAL susah ditembakkan bila menggunakan mode full auto. Senapan ini memberikan pelayanan bagus pada tentara Australia pada perang Vietnam, pada tentara Israel selama perang 6 hari and dan digunakan oleh Inggris dan Argentina pada perang Falklands.
Type: Semi or Fully Automatic Rifle
Country of Origin: Belgium
Caliber: 7.62 x 51 mm (.30 inch)
Cartridge Capacity: 20 rounds
Muzzle Velocity: Approximately 2,700 feet per second
Rate of Fire: 650-700 rounds per minute

Tren Baru Penggemar Senjata Replika


JAKARTA – Hutan semak dan rerumputan itu betul-betul diliputi ketegangan. Beberapa orang berseragam hijau loreng terlihat mengendap-endap. Menghunus senapan mesin, matanya tajam mengawasi batas wilayah musuh di seberangnya.
Perlahan, jaraknya semakin dekat dan kian mendebarkan. Benar, saja. ”Serbu!” aba-aba seorang pria berpakaian dan masker hitam, dari balik semak. Sigap, ia berlari sambil memuntahkan pelurunya. Tampak, tiga rekannya memberikan tembakan perlindungan.
Terang, aksinya memicu berondongan senjata yang disertai teriakan-teriakan bernada penyerbuan antarkedua belah pihak. Sengit, dan cukup lama berlangsungnya.
Adegan seru tersebut bukanlah rekaman pertempuran di hutan pegunungan Nangroe Aceh Darussalam. Dua pihak berseteru tadi hanyalah ”perang-perangan” di antara para penggelut hobi Airsoft Gun atau penggemar koleksi senjata replika di hutan buatan Patriot, Tangerang. Sebuah tren baru di kalangan pria penggemar simulasi perang dan senjata di Indonesia.
”Awalnya, hobi ini dimulai di Amerika Serikat. Tetapi, pesatnya perkembangan industri Airsoft dan kolektor replika di Asia, jumlah penggemarnya justru meningkat di Jepang, Hong Kong, Taiwan dan Korea,” tutur Irwan H. Nursanto, penggagas berdirinya Code 4, sebuah klub penggemar Airsoft di Jakarta. Menurut Irwan, senjata yang dikumpulkan adalah senjata yang tak dapat digunakan atau hanya tiruan belaka dengan ukuran beragam.
Tapi kini, melihat bentuk, ukuran, berat maupun fungsinya, sudah kurang tepat lagi disebut replika. Kenyataannya, Airsoft bisa meniru bentuk dan tekstur asli, dan juga memiliki ukuran yang identik dengan perbandingan 1:1 dengan senjata api sebenarnya.
Kebanyakan senjatanya terbuat dari plastik kualitas tinggi berbahan ABS Resin atau ABS Plastics. Tetapi senjata itu pun bisa menggabungkan diri dengan aksesori dan part dari bahan logam. Jadi, jangan heran, jenis terakhir Airsoft telah tersedia dalam bentuk dan fitur full metal.

***
Merunut sejarahnya, produsen mainan di Asia adalah produsen pertama Airsoft. Mereka mengembangkan sistem pegas untuk melontarkan peluru 6 mm yang kerap digunakan dalam Airsoft. Namun produksinya masih terbatas pada jenis pistol, itu pun hanya bisa menembakkan satu peluru per tembakan.
Sebutlah pistol mainan jenis Smith & Wesson 9 mm. Pada era 1987, ”Si Bongkok” yang dipakai dalam film Miami Vice itu cukup banyak penggemarnya, termasuk Irwan. Untungnya, pistol pegas ini sudah beredar di toko-toko mainan di Indonesia. Jenisnya pun semakin beragam, sehingga mudah ditemukan, termasuk jenis Colt 45, Smith & Wesson, Beretta, Dessert Eagle, Cougar.
Menjelang akhir 1997, perkembangan senjata mainan terus meningkat. Tak cuma pistol, namun juga merambah ke jenis SMG - Small Machine Gun (senapan ringan otomatis) dan Rifles (senapan serbu). Maka, beredarlah jenis senjata macam H&K MP5-A3, M-16 A1, Scorpion, UZI, Ingram di Indonesia. ”Paling mantap MP-5, bisa pakai red pointer dan flash light untuk peperangan di malam hari,” terang Irwan pengoleksi replika laras jenis M-4 A1, Ingram M-11, serta handgun Baretta M-92, Glock-17, USP Compat dan STI Highbrid itu.
Boleh jadi, sejak itulah Airsoft berkembang pesat. Maklum, produk-produknya sudah menggunakan gas khusus (CFC/HFC) sebagai tenaganya. Memang, konsepnya masih meniru sistem airgun (senjata gas) asli. Namun peniruannya hanya mengambil dari senjata bertipe gas khusus bertekanan rendah, alhasil hanya memuntahkan peluru plastik 6 mm.
”Sebetulnya, airgun sendiri bisa menembakkan peluru logam dengan bentuk dan ukuran yang sama, apalagi jenis-jenisnya semakin berkembang,” imbuh pria kelahiran Bandung 17 Oktober 1970 itu. Kala itu, jenis pistol dan senapan mesin sudah memakai sistem gas, tapi sayangnya cenderung menjadi tidak realistik. Pasalnya, jika jenis pistol menggunakan magazine sebagai wadah penyimpan gasnya, tipe senapan mesin justru memakai pipa yang terhubung pada tabung gas.
Canggih, realistik dan bertenaga. Itulah Airsoft kini. Dari segi berat pun semakin mirip dengan berat senjata aslinya. Realistik, sebab sudah diterapkannya sistem blowback (memberikan hentakan cukup besar ketika menembakkan peluru).
Akurasi penembakan pun semakin baik dengan hadirnya sistem Hop-Up. ”Sistem inilah yang bikin peluru meluncur lurus pada jarak yang lebih jauh,” imbuh Irwan. Bahkan, masih menurut Irwan, untuk beberapa jenis pistol bisa memuntahkan peluru sekaligus secara otomatis (trigger), seperti pada senapan mesin yang sebenarnya.
Pada beberapa senjata tipe lama, jarak tembak efektifnya berkisar hanya 5 sampai 10 meter. Tapi kini, kemampuan senapan Airsoft bisa mencapai jarak efektif hingga 30 meter. Malah tipe modifikasinya dapat meluncur deras sampai jarak 50 meter.
Jarak rata-rata efektif senjata mainan jenis pistol berkisar 10 meter. Sementara jenis senjata bertenaga elektrik seperti senapan mesin ringan SMG atau serbu bisa mencapai 20 meter.

Kian Canggih
Seiring pesatnya kemajuan teknologi, Airsoft pun menerapkan penggunaan komponen elektronik dan tenaga listrik dengan part yang juga semakin canggih. Di kalangan penggemar Airsoft, jenis ini biasa disebut AEG (Automatic Electric Gun).
”AEG bisa melontarkan peluru secara otomatik dan elektronik,” ungkap Irwan. Hebatnya, hanya senapan jenis inilah yang dapat merengkuh jarak tembak terjauh dengan kecepatan lebih cepat dari produk yang sudah dijelaskan Irwan sebelumnya.
Sebagai tenaga pelontar peluru, AEG menggunakan baterai 8.4 sampai 12 volt (modifikasi) dengan kapasitas 600 mAH sampai 3.000 mAH (modifikasi). Baterai yang lazim digunakan adalah jenis NiCD seperti baterai pada radio control sebesar 8.4 sampai 9.6 volt berkapasitas standar 600 mAH hingga 1.300 mAH.
Mereka yang kadung menggemari koleksi replika tentu berdecak kagum akan kecanggihan AEG. Apalagi, jika melihat jenis terakhirnya yang sudah terbuat dari bahan logam. Beratnya mirip senjata aslinya, dengan tingkat kemiripan rata-rata sekitar 70 sampai 80 persen atau 98 hingga 102% pada tipe full metal.
”Pada akhirnya, Airsoft lebih mendekati simulasi militer, ketimbang main perang-perangan,” tambah Irwan, tersenyum. Kian serupa dengan aslinya, membuat Airsoft kian terlihat sangar, meskipun hanya memuntahkan proyektil peluru tiruan berbahan plastik berukuran 6 mm.
Dengan power yang kecil, beberapa senapan tipe lama menggunakan peluru seberat 10 gram. Sementara itu, tipe peluru 10 sampai 25 gram lazim dipakai pada senjata mainan yang beredar hingga detik ini.
Lain halnya dengan tipe peluru 30 sampai 45 gram. Terbuat dari material plastik khusus atau logam, tipe ini kerap digunakan pada senjata mainan yang telah dimodifikasi macam AEG.
Namun jangan salah, peluru berbentuk bulat dengan berat 10 sampai 45 gram itu bisa membuat kulit korban yang tertembak memar kemerahan. Maklumlah, kecepatan rata-rata peluru pada senjata tipe lama saja mencapai 250 fps (feet per-second), sedangkan tipe terakhir berkisar sampai 350 fps. Sebagai catatan, kecepatan 350 fps ke atas merupakan tembakan pada senjata hasil modifikasi.
Jika dikonversikan, kecepatan peluru 250 fps kira-kira sekitar 75m/detik, dan kecepatan 350 fps, -kecepatan yang lazim pada tipe senjata mainan Airsoft terkini kira-kira sekitar 105 m/detik. Kalau sudah begini, bisa Anda bayangkan adrenalin yang berloncatan, saat dihadang musuh di jarak tembak sepuluh meter?
sumber : http://www.sinarharapan.co.id/feature/hobi/2004/1013/hob1.html

10 JENIS PISTOL TERBAIK DI DUNIA


10 JENIS PISTOL TERBAIK DI DUNIA

Pistol merupakan senjata api yang bisa ditembakan dengan satu tangan.Kata 'pistol' mulai digunakan untuk mendeskripsikan senjata api genggam pada abad ke-18. Pada abad ke-15 pistol berarti sebuah pisau kecil yang bisa disembunyikan di dalam pakaian.
Pistol atau senjata api genggam dibagi menjadi dua jenis utama. Revolver, yang menggunakan kamar peluru yang berputar. Dan pistol biasa, yang kamar pelurunya menyatu dengan laras. Pistol menggunakan kaliber peluru yang bervariasi, dari .22 sampai .50 cal. ini ada beberapa urutan jenis pistol terbaik di dunia menurut saya. Berdasarkan akurasi, daya tembakan, kapasitas keampuan dari setiap senjata. Berikut ini ada 10 jenis senjata api katagori (Pistol/Revolper)

Sabtu, 19 Juni 2010

Kamis, 17 Juni 2010

Penjualan PC Tablet Lampaui Netbook di 2012




VIVAnews - Menurut laporan sebuah lembaga penelitian Forrester Research, penjualan komputer tablet atau tablet PC diperkirakan hampir seperempat dari total penjualan komputer personal (personal desktop-PC) di Amerika Serikat pada 2015.

Pada laporan bertajuk The US Consumer PC Market In 2015, Forrester menganalisa segala perubahan yang mungkin terjadi di pasar PC, termasuk desktop, notebook, netbook, dan tablet komputer hingga lima tahun ke depan.

Lembaga riset yang berkantor di Cambridge itu memperkirakan pasar PC konsumer secara umum akan tumbuh stabil dengan volume penjualan 52 persen lebih besar di 2015 di bandingkan dengan tahun ini.

"Pertumbuhannya pesat dan tidak mungkin datar," papar Forrester dalam laporannya, seperti dilansir laman IT Wire, Jumat 18 Juni 2010.

"Namun, di tahun 2015, menurut perkiraan kami, PC desktop tetap menjadi yang komputer konsumer yang terpopuler, meski beberapa orang sudah mulai menjualnya sejak saat ini dan diperkirakan akan membesar jumlahnya pada lima tahun mendatang," tambahnya.

Lebih lanjut , laporan itu menyebutkan, penjualan laptop akan terus bertumbuh. Namun, pertumbuhan dramatis justru dicatat oleh PC tablet.

Mulai tahun 2012, Forrester memprediksi, tablet (termasuk Apple iPad) akan melampaui penjualan netbook. Dan, pada 2015, sekitar 23 persen PC konsumer yang terjual di Amerika Serikat adalah PC tablet.