JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak mudah menjadi operator Wimax di Indonesia. Perusahaan atau konsorsium yang berminat musti menang tender yang dilakukan Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi untuk memperoleh lisensi layanan berdasarkan zona wilayah tertentu. Bahkan, untuk lulus uji laik operasi harus memenuhi persyaratan antara lain menggunakan kandungan konten lokal dengan persentase yang ditentukan. Hal tersebut merupakan upaya pemerintah untuk mendorong perkembangan industri perangkat telekomnunikasi dalam negeri dan percepatan alih teknologi.
Kesempatan ini berhasil dimanfaatkan PT Teknologi Riset Global (TRG), anak perusahaan Indonesia Tower. PT First Media yang akan mulai menyediakan layanan Wimax untuk pertama kalinya minggu depan menggandeng TRG sebagai pemasok perangkat jaringannya. TRG yang berpusat di Batam, Kepulauan Riau memasok perangkat CPE (customer premise equipment) yang harus dipasang di rumah pelanggan dan BTS (base station transceiver). Sementara antena BTS dipasok dari Hariff, Bandung.
"Konten lokal di CPE sudah lebih dari 30 persen, di BTS lebih dari 40 persen konten lokal, dan antena dari Hariff malah sudah 100 persen," ujar Presiden Direktur TRG Gatot Tetuko di sela-sela soft launch Sitra Wimax, Senin (28/6/2010). Ia mengatakan pada tahap awal Sitra Wimax akan menggunakan TRG sebagai pemasok perangkat untuk wilayah Jabodetabek dan siap memenuhi kebutuhan First Media.
Saat ini, perangkat CPE buatan TRG diakui Gatot masih berukuran besar dan harus dipasang di luar ruangan (outdoor). Namun, pada akhir tahun ini TRG bakal merilis CPE yang lebih praktis dan bisa dipasang di dalam ruangan layaknya modem atau router. Harganya pun masih relastif mahal sekitar 200 dollar AS, namun ia yakin akan terus turun seiring naiknya permintaan. Pelanggan dapat mengakses kecepatan tinggi langsung dari perangkta tersebut menggunakan kabel atau membagi akses broadband dengan router WiFi agara bisa digunakan bersama-sama di sekitarnya.
Gatot menjelaskan, TRG menjalin kerja sama dengan perusahaan sidng yang ahli di bidang teknologi Wimax untuk mengembangkan board CPE bersama. Bahkan, TRG diklaim menjadi satu-satunya pemasok perangkat Wimax yang beroperasi di frekuensi 2,3 GHz. Saat ini TRG memiliki tiga unit produksi CPE dan BTS dengan kapasitas produksi 5.000 unit CPE per bulan dan 200 unit BTS per bulan.
Senin, 28 Juni 2010
Layanan Wimax Bisa Dorong Ekonomi
TANGERANG, KOMPAS.com - Kehadiran layanan internet broadband nirkabel diyakini akan turut mendorong ekonomi Indonesia. Demikian disampaikan CEO Sitra Wimax Kumaran Singaram dalam soft launch Sitra Wimax, layanan baru PT First Media yang menggunakan teknologi generasi keempat (4G).
"Hasil penelitian menunjukkan penambahan akses broadband satu persen bisa mendorong GDP (gross domestic product) 0,1 persen. Untuk wilayah Indonesia yang berpenduduk sangat besar, kenaikan GDP nilainya sangat signifikan," ujar Kumaran.
Menurut Kumaran, tren bisnis saat ini membutuhkan akses ke layanan online untuk dapat bersaing di pasar yang terbuka. Internet broadband akan membantu pelaku usaha selalu terhubung ke klien dan pemasoknya. Misalnya, UKM yang memasok bahan baku ke industri bisa selalu terhubung ke sistem supply chain sehingga dapat memasok seuai kebutuhan dengan tepat.
Internet broadband berbasis nirkabel seperti Wimax, kata Kumaran, bisa lebih fleksibel menjangkau pengguna lebih banyak ketimbang layanan berbasis kabel serat optik. Daerah-daetah yang selama ini tidak terjangkau kabel optik karena lokasinya yang jauh atau posisinya yang sulit bisa diakses layanan broadband nirkabel dengan mudah.
"Dalam 18 bulan jumlah pelanggan Wimax akan sama dengan pelanggan kabel kami," ujarnya. Pada peluncuran Sitra Wimax saat ini, PT First Media mengkalim telah melayani sekitar 300.000 pelanggan dan tumbuh sekitar 15 persen setahun terakhir.
Selain itu, untuk bisa mendapat izin uji laik operasi Wimax, PT First Media juga diwajibkan memenuhi syarat kandungan konten lokal dalam perangkat yang digunakannya. Hal tersebut turut mendorong kemajuan industri perangkat telekomunikasi dalam negeri. Konten lokal yang dipakai di layanan Sitra Wimax saat ini mencapai lebih dari 30 persen pada perangkat CPE (consumer premise equipment), lebih dari 40 persen di BTS, dan 100 persen di antena.
Sitra Wimax secara bertahap akan melayani pelanggan di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), Banten, Aceh, dan Sumatera Utara mulai awal Juli 2010.
"Hasil penelitian menunjukkan penambahan akses broadband satu persen bisa mendorong GDP (gross domestic product) 0,1 persen. Untuk wilayah Indonesia yang berpenduduk sangat besar, kenaikan GDP nilainya sangat signifikan," ujar Kumaran.
Menurut Kumaran, tren bisnis saat ini membutuhkan akses ke layanan online untuk dapat bersaing di pasar yang terbuka. Internet broadband akan membantu pelaku usaha selalu terhubung ke klien dan pemasoknya. Misalnya, UKM yang memasok bahan baku ke industri bisa selalu terhubung ke sistem supply chain sehingga dapat memasok seuai kebutuhan dengan tepat.
Internet broadband berbasis nirkabel seperti Wimax, kata Kumaran, bisa lebih fleksibel menjangkau pengguna lebih banyak ketimbang layanan berbasis kabel serat optik. Daerah-daetah yang selama ini tidak terjangkau kabel optik karena lokasinya yang jauh atau posisinya yang sulit bisa diakses layanan broadband nirkabel dengan mudah.
"Dalam 18 bulan jumlah pelanggan Wimax akan sama dengan pelanggan kabel kami," ujarnya. Pada peluncuran Sitra Wimax saat ini, PT First Media mengkalim telah melayani sekitar 300.000 pelanggan dan tumbuh sekitar 15 persen setahun terakhir.
Selain itu, untuk bisa mendapat izin uji laik operasi Wimax, PT First Media juga diwajibkan memenuhi syarat kandungan konten lokal dalam perangkat yang digunakannya. Hal tersebut turut mendorong kemajuan industri perangkat telekomunikasi dalam negeri. Konten lokal yang dipakai di layanan Sitra Wimax saat ini mencapai lebih dari 30 persen pada perangkat CPE (consumer premise equipment), lebih dari 40 persen di BTS, dan 100 persen di antena.
Sitra Wimax secara bertahap akan melayani pelanggan di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), Banten, Aceh, dan Sumatera Utara mulai awal Juli 2010.
First Media Gelar Layanan Sitra Wimax 4G

Jakarta (ANTARA) - PT First Media Tbk, meluncurkan layanan Sitra Wimax, koneksi jaringan internet nirkabel berkecepatan tinggi berbasis teknologi Wimax.
"Sitra Wimax siap menjadi pelopor layanan internet nirkabel super cepat dengan kualitas terbaik," kata Direktur First Media, Hengkie Liwanto, di sela softlaunch "Sitra Wimax Operator 4G Pertama di Indonesia", di kawasan Lippo Karawaci, Tangerang, Senin.
Teknologi Wimax (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah suatu layanan broadband internet nirkabel generasi ke empat (4G).
Wimax sendiri adalah teknologi berbasis data yang bekerja pada spektrum pita frekuensi 2.3 GHz layaknya Wi-Fi namun dengan jangkauan lebih luas dan kemampuan transmisi lebih cepat yakni mencapai 75 Mbps.
Sitra sendiri memenangkan tender Wimax untuk zona Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dan empat zona yang mencakup Jabodetabek dan propinsi Banten.
"Penggelaran jaringan Sitra Wimax akan dilakukan secara bertahap di kawasan barat Jakarta dan sekitarnya," kata Hengki.
Sementara itu Dirjen Pos dan Telekomunikasi Depkominfo, Budi Setiawan mengatakan, menyambut baik peluncuran Sitra Wimax.
"Kami berharap Sitra Wimax menjadi perangsang terselenggaranya layanan internet berkualitas dengan kecepatan tinggi di Indonesia," kata Budi.
Ia juga meminta Sitra mempercepat pembangunan jaringan di wilayah Sumbagut, untuk lebih mempercepat pemerataan jaringan internet di wilayah itu.
"Sitra sudah lolos uji laik operasi (ULO) untuk wilayah Jabodetabek, tinggal ULO untuk wilayah Sumbagut," kata Budi.
Terkait dengan semangat pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), ia menuturkan, pemerintah akan betul-betul melakukan klarifikasi sejalan dengan program memajukan industri dalam negeri.
Untuk merealisasikan TKDN tersebut, Sitra menggandeng PT Teknologi Riset Global (TRG) sebagai penyedia perangkat Wimax berupa customer premise equipment (CPE) dan base station. Pada tahap awal Sitra akan menggunakan TRG sebagai pemasok perangkat untuk wilayah Jabodetabek.
Sementara itu, Direktur TRG Gatot Tetuko mengatakan, jika mengacu pada CPE yang diproduksi maka TKDN sudah mencapai di atas 30 persen, sedangkan TKDN BTS di atas 40 persen.
"Kapasitas produksi CPE TRG bisa mencapai 5.000 unit per bulan, dan BTS mencapai 200 unit per bulan," katanya.
Ia menjelaskan, saat ini TRG memiliki tiga unit line produksi CPE dan BTS yang bisa ditingkatkan sesuai dengan permintaan pasar.
Menurut Kumaran Singaram, Sitra menargetkan dapat meraih pelanggan Wimax sebanyak 100.000-150.000 pelanggan pada tahun pertama atau Juni 2011.
"Sebanyak 500.000 pelanggan pada tahun ke tiga, serta sebanyak 1 juta pelanggan hingga April 2015," kata Kumaran.
Kamis, 24 Juni 2010
Apple Tanamkan Anti-Malware Di Snow Leopard

TEMPO Interaktif, California - Apple Inc. diam-diam membenamkan software anti-malware dalam sistem operasi Snow Leopard terbaru.
Perusahaan keamanan teknologi informasi Sophos menyatakan, Apple Inc. telah membenamkan peranti lunak anti penyusup (anti-malare) yang dapat merusak sistem kompter dalam sistem operasi Snow Leopard terbaru.
Ketika Apple merilis Snow Leopard alias OS X 10.6.4 pada Selasa lalu, perusahaan yang bermarkas di Cupertino, California ini menyatakan sisitem operasi tersebut akan menjawab berbagai masalah dalam sistem komputer, seperti koneksi VPN. Namun pada saat itu, Apple tak mengatakan apa-apa tentang penambahan peranti lunak anti-malware ini.
Namun Sophos menemukan sebuah kode file XProtect.plist yang dibenamkan di dalam sistem operasi tersebut. Kode tersebut dapat mendeteksi jika ada penyusup yang ingin merusak sistem komputer Mac dari Apple.
Ketika menjajal kerja sistem operasi itu, Sophos menemukan penyusup yang dijuluki "HellRTS". Ini adalah sebuah sebuah Trojan (bentuk perangkat lunak yang mencurigakan yang dapat merusak sebuah sistem atau jaringan) yang memungkinkan penyerang menggunakan komputer yang terinfeksi untuk mengirim spam, mengambil screenshot, mengakses file, dan menguasai komputer. Namun berkat software anti-malware tersebut Trojan tak dapat masuk ke sistem komputer Mac.
Samsung Perkenalkan SSD Dengan DDR NAND
TEMPO Interaktif, Seoul - Samsung meluncurkan produk Solid State Drive (SSD) terbarunya dengan DDR NAND flash memory.
SSD dengan kapasitas 512 Gigabita ini adalah drive pertama yang menggunakan mode DDR chip NAND. Drive yang mulai diproduksi pada November 2009 ini dibuat dengan teknologi multi-level cell (MLC) dengan kapasitas masing-masing 32 Gigabita (4 Gigabita). Jadi terdapat 128 MLC yang dikemas di dalam dirve 512 Gigabita ini.
Dengan besarnya kapasitas memori tersebut, drive ini memiliki kecepatan membaca data sebesar 250 megabita per detik dan kecepatan menulis 220 megabita tiap detik.
Seiring dengan pembuatan drive itu, Samsung juga mengembangkan kontroller baru yang hemat listrik khusus untuk drive tersebut. Meskipun kapasitasnya besar, Samsung mengklaim penggunaan daya listrik bagi SSD 512 Gigabita buatannya tidak lebih dari driver berkapasitas 256 Gigabita.
Kontroller drive tadi juga dapat mengaktifkan mode hemat listrik sehingga dapat memperpanjang masa aktif baterai leptop hingga satu jam atau lebih. Samsung menyatakan bahwa SSD baru ini dirancang untuk komputer jinjing tingkat premium.
SSD dengan kapasitas 512 Gigabita ini adalah drive pertama yang menggunakan mode DDR chip NAND. Drive yang mulai diproduksi pada November 2009 ini dibuat dengan teknologi multi-level cell (MLC) dengan kapasitas masing-masing 32 Gigabita (4 Gigabita). Jadi terdapat 128 MLC yang dikemas di dalam dirve 512 Gigabita ini.
Dengan besarnya kapasitas memori tersebut, drive ini memiliki kecepatan membaca data sebesar 250 megabita per detik dan kecepatan menulis 220 megabita tiap detik.
Seiring dengan pembuatan drive itu, Samsung juga mengembangkan kontroller baru yang hemat listrik khusus untuk drive tersebut. Meskipun kapasitasnya besar, Samsung mengklaim penggunaan daya listrik bagi SSD 512 Gigabita buatannya tidak lebih dari driver berkapasitas 256 Gigabita.
Kontroller drive tadi juga dapat mengaktifkan mode hemat listrik sehingga dapat memperpanjang masa aktif baterai leptop hingga satu jam atau lebih. Samsung menyatakan bahwa SSD baru ini dirancang untuk komputer jinjing tingkat premium.
Google Pamer Browser Chrome di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya, Selasa (22/6/2010), Google menggelar acara di Indonesia untuk memperkenalkan produknya. Browser Chrome menjadi produk pertama yang dipamerkan raksasa internet tersebut.
"Penting bagi kami untuk memperkenalkan browser kepada para pengguna internet karena banyak yang belum mengerti apa itu browser. Padahal, browser adaah alat utama untuk mengakses internet," ujar Derek Callow, Head of Marketing Google Southeast Asia di Jakarta, Selasa.
Dalam kesempatan tersebut ia menayangkan video yang menanyakan kepada wraga Kota New York di Times Square. Pertanyaannya sederhana, apa itu browser? Kenyataannya sebagian besar orang tidak bisa menjawab dengan tepat. Dari riset kecil yang dilakukan tim Google tersebut, hanya 8 persen dari orang yang diwawancara yang mengetahui makna browser dimaksud.
"Masih banyak tantangan untuk menyadarkan orang mengani pentingnya browser," lanjut Derek Callow. Karenanya, Google merasa penting untuk lebih memperkenalkan browser ke pengguna lokal termasuk di Indonesia.
Menurut Andrew McGlinchey, Head of Product Management Google Southeast Asia, ada empat bagian penting yang harus diperhatikan pengguna dalam sebuah browser. Yaitu kecepatan, sederhana, aman, dan mendukung fitur lokal. Google, kata Andrew, mencoba menjadikan empat faktor tersebut sebagai kekuatan Chrome.
Browser Chrome telah tersedia dalam versi Bahasa Indonesia selain Bahasa Inggris dan dapat diunduh cuma-cuma di www.google.co.id/chrome. Selain menggunakan bahasa lokal, Google juga mendorong pengembangan extention, program tambahan yang memperkaya fitur browser tersebut. Misalnya theme atau gambar latar belakang dari berbagai tokoh idola seperti pemain bola Bambang Pamungkas, Dian Sastrowardoyo, Benny & Mice, Slank, dan harimau Sumatera dari WWF. Juga program ekstensi yang memungkinkan akses situs berita populer secara langsung melalui ikon yang terintegrasi tanpa harus mengetik alamat di browser, seperti yang telah disediakan Kompas.com, Detik.com, Kaskus.com, dan Kapanlagi.com.
Diumumkan, SDXC Class 10 Pertama Transcend

JAKARTA, KOMPAS.com – Para pengguna kartu memori yang mendambakan kapasitas kian besar pasti senang mengetahui kabar ini. Sebuah kartu SDXC Class 10 dengan kapasitas 64GB baru saja diumumkan oleh Transcend.
Omong-omong tahu kan apa itu SDXC? SDXC (Secure Digital eXtended Capacity) adalah standar generasi mendatang dari kartu SD yang dibentuk oleh Secure Digital Association (SDA). Kapasitas kartu SDXC dimulai dari 32GB sampai 2TB. Saat ini kian banyak produk elektronik konsumer seperti kamera digital, camcorder, HDTV, Blu-ray player, ponsel dan GPS yang mendukung SDXC. Kamera digital Canon dan camcorder Sanyo adalah contoh pendukung SDXC.
Class 10 di sini merujuk pada kecepatan. Sebab kartu yang superlega pasti akan menjadi menjengkelkan bila kinerjanya lambat bukan? Nah, di kartu baru SDXC seri Ultimate-nya, Transcend menjanjikan laju transfer yang dapat mencapai 25MB/s.
Kecepatan itu disebut sebagai pas untuk mereka yang menggunakan kartu tersebut untuk merekam video HD dalam durasi panjang. Jadi saat merekam video Full HD 1920x1080, jeda tidak akan terasa.
Kecepatan 25MB/s juga cocok bagi pengguna kamera digital resolusi tinggi, termasuk DSLR. Mereka akan dapat membidik secara consecutive (urut tanpa henti) momen-momen yang melibatkan gerakan cepat, seperti adegan olahraga.
Kapasitas 64GB itu berarti kemampuan untuk menampung 26.208 image JPG (dengan asumsi resolusi 5 megapiksel), 352 jam video dengan format Standard (MPEG-4, 384Kbps) atau 640 menit video Full HD (1920x1080). O ya, kartu ini menggunakan sistem file exFAT, bukan FAT32 atau FAT. Sistem yang mendukung file dengan ukuran lebih dari 4GB inilah yang menyebabkan kapasitasnya bisa superlega.
Langganan:
Postingan (Atom)

