Rabu, 15 September 2010

Dell Pamerkan Tablet Ber-"keyboard" di IDF 2010

SAN FRANCISCO, KOMPAS.com — Perusahaan komputer Dell memamerkan tablet PC yang memiliki desain unik dengan layar yang bisa diputar dan dilengkapi keyboard pada acara Intel Developer Forum 2010, Selasa (14/9/2010). Tablet 10 inci berbasis Windows itu segera mendapat sambutan hangat dari mereka yang hadir di acara IDF 2010. Hal yang menarik dari tablet PC itu adalah—tidak seperti tablet PC pada umumnya—ia dilengkapi keyboard. Bagaimana sebuah tablet bisa memiliki keyboard? Ternyata tablet tersebut bisa dibuka dan layarnya bisa dibalik 180 derajat. Di hadapan layar, terletak keyboardlayaknya pada notebook.

Tablet yang diberi nama Inspiron ini dilengkapi prosesor Atom dual core dan sistem operasi Windows 7. "Ada waktunya kita harus bekerja. Tablet memang menarik untuk hiburan, tetapi bagi beberapa orang tidak terlalu menunjang produktivitas," ujar perwakilan Intel saat memeragakan produk tersebut. "Namun, yang ini beda," ujarnya seraya membuka tablet dan menunjukkan keyboard yang tersembunyi.

Tertarik? Produk itu akan mulai dipasarkan tahun ini. Jadi, bersabarlah.

Armada Android Pesaing iPod

JAKARTA, KOMPAS.com - Dominasi iPod di pasar perangkat pemutar musik bakal lama bertengger tanpa pesaing yang sebanding. Namun, dengan adanya platform Android, produsen elektronika kini punya peluang untuk merebut kue yang terlalu lama dikuasai Apple. Salah satu "armada" yang akan menggoyang iPod adalah perangkat buatan Phillips yang diberi nama GoGear Connect. Perangkat ini dirancang sebagai pemutar musik dengan menyediakan kemudahan sinkronisasi koleksi musik di komputer melalui Bluetooth, USB, dan software Plilips Songbird.

Tak hanya buat mendengarkan musik, GoGear Connect juga bisa memutar file video MP4, dilengkapi aplikasi peta dan berbagai layanan berbasis lokasi. Seperti layaknya perangkat berbasis Android lainnya, GoGear Connect juga dilengkapi paket aplikasi Google, dan akses ke layanan Android Market yang menyediakan puluhan ribu aplikasi.

Philips GoGear Connect menggunakan layar sentuh yang selebar 3,2 inci, hardisk 16 GB, dilengkapi koneksi WiFi untuk mengakses internet, earphone khusus, kamera, dan slot micro SD. Produk ini akan tersedia di Eropa, China, dan As mulai Oktober mendatang dengan harga sekitar Rp 3 juta.

iOS 4.1 Nyawa Baru iPhone dan iPod Touch

SAN FRANCISCO, KOMPAS.com — Tak hanya memperkenalkan jajaran iPod model baru, Apple juga secara resmi meluncurkan platform versi terbarunya iOS 4.1. Perangkat lunak terbaru yang lebih kaya dibanding versi sebelumnya itu akan tersedia langsung untuk iPod Touch terbaru. Meski demikian, ia juga bisa digunakan di sejumlah perangkat lama dengan cara upgrade. "Hari ini kami memperkenalkan iOS 4.1. Apa itu? Kami telah mengatasi banyak sekali bug, proximity, Bluetooth, dan iPhone 3G. Kedua, kami perkenalkan high dynamic range photo, upload HD lewat WiFi, rental TV...," Kata CEO Apple Steve Jobs saat menjelaskannya dalam acara peluncuran di San Francisco, Rabu (1/9/2010).

Apakah itu high dynamic range (HDR) photo? Sambil memperlihatkan perbandingan foto biasa dengan foto HDR, Steve Jobs menjelaskan, singkatnya begini, kalau Anda memotret sesuatu, kamera akan merekam tiga jenis foto masing-masing dengan pencahayaan lebih, pencahayaan kurang, dan di antaranya. Kombinasi ketiganya itulah yang menghasilkan foto HDR. Hasilnya, detail di setiap sudut bisa muncul sempurna.

Tambahan lainnya di iOS 4.1 adalah fitur Game Center. Dengan fitur ini, setiap pengguna iPhone dan iPod Touch dapat berbagi pengalaman bermain dengan sesama pengguna. Di situlah kompetisi dapat ditampilkan dan bisa saling menantang. Game yang tersedia bukan sekadar game sederhana, melainkan juga game jenis role playing game (RPG).

iPod Touch terbaru bakal menjadi perangkat pertama yang sudah dilengkapi iOS 4.1. Perangkat lunak ini juga bisa digunakan pada iPod Touch dari generasi kedua dan ketiga serta iPhone.

80 Persen Penduduk Dunia Miliki Akses Ke Mobile Signal

LONDON, KOMPAS.com- Penemu World Wide Web (WWW) Sir Timothy "Tim" Berners-Lee mengatakan, saat ini 80 persen penduduk dunia memiliki akses ke signal mobile, sementara 20 persen penduduk dunia aktif tersambung ke internet melalui personal computer.

"Saya menyarankan para pembuat aplikasi untuk ponsel internet menciptakan aplikasi yang memungkinkan 80 persen penduduk dunia menggunakan internet mobile dengan mudah dan murah," kata Berners-Lee saat menjadi pembicara pada Nokia World 2010 di London, Inggris, seperti dilaporkan wartawan Kompas Pepih Nugraha, Rabu (15/9/2010) ini. Menurut Berners-Lee, data yang merupakan konten internet sangat penting digunakan masyarakat. Dia memberi contoh bagaimana pengguna internet mencari informasi dan akses mengenai kesehatan, hak mendapatkan air bersih, bisnis kecil, dan bahkan AIDS.

"Berilah kemudahan akses data dan informasi melalui aplikasi yang dapat dimanfaatkan dengan mudah dan murah oleh penduduk dunia." kata Berners-Lee.

Penemu internet ini juga menyebut penyampaian pesan singkat melalui provider atau operator telepon sebagai sesuatu yang mahal dan tidak praktis, "Jika ada yang lebih murah dan bahkan gratis, mengapa tidak memanfaatkan aplikasi saja," katanya.

Web, menurut Berners-Lee, juga membantu masyarakat untuk bisaa mendapatkan akses pendidikan dan kesehatan yang lebih baik. "Masyarakat dapat membangun komunitas sendiri yang memungkinkan mendapatkan akses pendidikan, kesehatan, sampai pertanian," katanya.

Berners-Lee adalah insinyur sekaligus ilmuwan komputer asal Inggris yang menemukan WWW yang memungkinan penduduk dunia tersambung ke internet.

Terjun Ke Aplikasi, Nokia Rangkul Developer

LONDON, KOMPAS.com- Berkembanya para pembuat aplikasi berbasis open source sebagaimana dilakukan beberapa produsen komputer personal dan ponsel intermet membuat Nokia terbuka pada pengembang aplikasi.

Niat dan tekad ini tercermin pada penekanan Nokia Developer Summit pada forum Nokia World 2010 yang berlangsung selama dua hari di London, Inggris, kemarin dan hari ini. Selain mengundang jurnalis, forum tahunan ini juga dihadiri para pengembang aplikasi. "Kami terbuka bagi para pengembang aplikasi untuk berkreasi. Kami juga akan mempromosikan karya mereka," kata Purnima Kochikar, vice president Forum Nokia and Developer Community, seperti dilaporkan wartawan Kompas Pepih Nugraha dari London, Rabu (15/9/2010).

Seperti diketahui, sejak dua tahun lalu Android berbasis open sourse dari Google menyilakan para developer aplikasi untuk berkreasi. Demikian juga iPad dan iPhone terbuka bagi para pengembang.

Khusus untuk Nokia, para pengembang akan dibantu dalam mempromoskan karyanya. Hasil karya para pengembang ini bisa diunduh pengguna melalui Ovi Store.

Jika pengguna menginginkan versi upgrade dari aplikasi tersebut, barulah users dikenai biaya tertentu, yang hasilnya dibagi antara pengembang aplikasi dan Nokia.

Nokia Takkan Latah Bikin Tablet PC

LONDON, KOMPAS.com — Perusahaan ponsel yang masih menguasai pasar dunia, Nokia, tidak akan ikut-ikutan membuat tablet personal computer (PC) sebagaimana yang dilakukan Apple dengan produk andalan terbarunya, iPad. Nokia tetap berkonsentrasi di bisnis smartphone. "Kami tidak akan latah dan ikut-ikutan membuat tablet PC, kami tetap fokus di smartphone," kata Georges Linardos, Vice President Product Nokia Media Group, menjawab pertanyaan wartawan Kompas Pepih Nugraha di forum Nokia World 2010 di London, Rabu ini.

Beberapa bulan lalu Apple sukses meluncurkan iPad, tablet PC yang full layar sentuh. Sukses iPad kemudian diikuti Toshiba dengan produk Smartpad, Lenovo dengan LePad, Dell, Samsung, dan beberapa produsen PC ataupun ponsel juga ikut-ikutan terjun ke tablet PC.

Linardos mengakui, Intel dengan sistem operasi MeeGo juga terjun membuat tablet PC mengikuti sukses iPad. Namun, Nokia tetap tidak akan membuat tablet PC. Linardos menjelaskan, Nokia tetap konsentrasi pada smartphone dengan sistem operasi Symbian.

Saat ini produk Nokia berplatform Symbian adalah N8, C6, C7, dan E7. Keempat smartphone tersebut juga dibahas dalam forum Nokia World 2010 meski sudah diluncurkan dan beredar di pasar beberapa negara sebelumnya.

32% Windows Bajakan Mengandung Malware

VIVAnews - Industri software telah lama mempelajari pasar gelap software bajakan, dan efeknya terhadap pengguna. Pada laporan IDC bertajuk “The Risks of Obtaining and Using Pirated Software” terungkap bahwa satu dari empat situs yang menawarkan software palsu berusaha menginstalasikan program yang tidak diinginkan atau jahat dalam proses pengunduhan. Angka ini terus meningkat. Seperti yang ditemukan oleh Media Surveillance, perusahaan solusi anti pembajakan yang berbasis di Jerman, dari beberapa ratus copy Windows bajakan, ditemukan 32 persen di antaranya mengandung program jahat.

“Masyarakat pengguna komputer harus berhati-hati akan adanya software bajakan, termasuk saat membeli komputer dari dealer,” kata Jonathan Selvasegaram, Legal Advisor for Intellectual Property Microsoft South East Asia, pada keterangannya, 14 September 2010.

Selvasegaram menyebutkan, beberapa dealer mungkin akan berusaha menjual komputer dengan software bajakan. “Berdasarkan survei yang pernah dilakukan oleh Microsoft, sekitar 60% dealer menjual komputer yang hanya berisi software asli,” kata Selvasegaram. “Mereka menolak untuk memasang software bajakan, bahkan saat pembeli memintanya,” ucapnya.

Selvasegaram menyebutkan, 60% dealer inilah yang ingin dilindungi Microsoft. “Kami ingin mengurangi angka yang 40% dan mengambil tindakan yang diperlukan,” kata Selvasegaram. “Jika tidak, 60% dealer tadi sulit bersaing dan akan merasa sia-sia telah mendukung hak kekayaan intelektual,” ucapnya.

Sebelum ini, kampanye anti pembajakan yang telah digelar Microsoft baru berkonsentrasi kepada para dealer di Jakarta. “Akan tetapi, kini kampanye akan kami perluas ke Bandung, Surabaya, Medan dan wilayah-wilayah lainnya di tanah air,” ucap Selvasegaram.

Sebagai bagian dari Genuine Software Initiative, Microsoft menganjurkan pengguna untuk menggunakan tool Windows Activation Technologies (WAT) dan informasi dan sumber daya lainnya yang tersedia di http://www.microsoft.com/genuine untuk memastikan mereka menggunakan software asli. Pengguna juga dapat menggunakan Windows Validation Assistant untuk membantu memastikan apakah instalasi Windows mereka asli. (sjn)