Senin, 28 Juni 2010

1,7 Unit iPhone Terjual Dalam 3 Hari

TEMPO Interaktif, New York - Demam iPhone 4 masih melanda masyarakat dunia. Bayangkan dalam tiga hari tak kurang 1,7 juta unit iPhone 4 habis terjual. Angka ini merupakan angka tersukses yang dicatat Apple.

Apple menjual iPhone 4 sejak 26 Juni lalu dan mendulang sukses di beberapa negara Eropa seperti Inggris, Perancis, Jerman. Sukses yang sama jua tercatat di Amerika Serikat dan Jepang.
Bos Apple, Steve Job cukup senang dengan kesuksesan penjualan iPhone 4 ini. Dia meminta maaf telah mengecewakan pembeli karena banyak yang belum mendapatkan barang tersebut. "Dalam sejarah Apple, inilah yang peluncuran produk yang paling sukses," ujarnya.

iPhone terbaru ini bodinya lebih ramping dengan prosesor yang lebih cepat ketimbang pendahulunya. Ponsel pintar ini juga mempunyai teknologi video chat dan daya tahan baterai lebih lama.

Di beberapa toko, ponsel pintar ini terjual dalam hitungan jam. Saat itu Apple hanya menjual iphone 4 dengan model warna hitam. Sedangkan model warna putih rencananya baru akan dijual segera. Apple merencanakan memproduksi iPhone 4 yang lebih menantang dari yang diharapkan konsumen. Ponsel pintar ini telah melampaui prediksi analis terhadap kompetitornya seperti Blackberry dan Nokia.

iPhone model sebelumnya, iPhone 3,5 terjual hingga 1 juta unit pada tiga hari penjualan pertama terutama di negara Italia, Kanada, Spanyol dan Swis. Namun kesuksesan yang sama tidak tercatat di Jepang.

Analis Hudson Square Daniel Erns mengatakan angka penjualan iPhone 4 ini sepertinya sudah termasuk angka penjualan dengan pemesanan yang dimulai 15 Juni lalu. Angka ini pun sudah melebihi perkiraannya. "Tak ada model ponsel pintar yang sesukses ini," ujarnya.

Beberapa analis memperkirakan total penjualan iPhone ini bakal mendulang kesuksesan lebih lanjut. Bahkan Analis BMO Capital Market Keith Bachman menduga figur penjualan awal seluruh iPhone mencapai 8,5 juta hingga 9,2 juta unit pada kuartal ini yang berakir 26 Juni lalu diatas perkiraannya.

Untuk kuartal ini dia memprediksi penjualan iPhone sekitar 10, 2 juta unit dan akan meningkat menjadi 12,2 juta unit pada Desember mendatang.

Wimax Turunkan Tarif Internet 40 Persen

TANGERANG, KOMPAS.com - PT First Media Tbk menjanjikan tarif internet bisa lebih murah 40 persen dalam waktu tiga bulan ke depan melalui layanan operator 4G berbasis Worldwide Interoperability for Microwave Access (Wimax) yang baru dibentuknya, Sitra Wimax.

Jerome Teh, Chief Marketing Officer Sitra menjelaskan tarif yang lebih murah bisa didapatkan pengguna internet karena Wimax merupakan teknologi berbasis data yang bekerja pada spektrum pita lebar layaknya Wi-Fi. Namun dengan jangkauan lebih luas dan kemampuan transmisi lebih cepat mencapai 75 Mbps.
"Kami resmi meluncurkan merek Sitra 4G Wimax mulai Senin (28/6). Selama tiga bulan ke depan, masyarakat diberi kesempatan untuk mencoba layanan Wimax. Setelah itu kami resmi menjualnya komersial," kata Jerome, seperti dilansir situs Kontan, Senin (28/6/2010).

Menurut Jerome, kehadiran Wimax akan mengubah peta kompetisi akses data di Indonesia. Sehingga akan memaksa pemain yang ada menurunkan harga akses data namun dengan kualitas yang masih sama. Sekedar informasi, sebelum lelang BWA dimulai para peserta tender memperkirakan tarif internet akan turun dari Rp 750.000 untuk 1 Mbps per bulan, menjadi Rp 300.000 sampai Rp 500.000 untuk 1 Mbps per bulan.

"Untuk saat ini Sitra baru memberikan kualitas lebih tinggi, tetapi harganya sama. Soalnya regulasi BWA saja meminta kami untuk memberikan akses data mulai dari 256 Kbps," ungkapnya.

Sitra nantinya akan mengurusi zona Broadband Wireless Access (BWA) yang tahun lalu tendernya dimenangi First Media yaitu Sumatera Bagian Utara dan Jabodetabek. Namun untuk tahap awal, Wimax milik Sitra akan hadir di Jakarta, Banten, Depok, Bekasi, dan Tangerang terlebih dahulu.

"Kami menyediakan dana sekitar Rp 236 miliar hanya untuk mendapatkan lisensi dan Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi tahun pertama. Sedangkan untuk pengembangan infrastruktur, investasinya lebih dari itu," ujarnya sambil menolak merinci lebih jauh.(KONTAN/Gentur Putro Jati)

Investasi Sitra Wimax 350 Juta Dollar AS

TANGERANG, KOMPAS.com - PT First Media Tbk. menganggarkan investasi sebesar 350 juta dollar AS untuk mengembangkan layanan Internet nirkabel berkecepatan tinggi berbasis teknologi Wimax hingga 10 tahun ke depan.

"Hingga saat ini, investasi yang kami belanjakan sudah mencapai 50 juta dolar AS," kata Presiden Direktur First Media, Hengkie Liwanto, di sela soft launch "Sitra Wimax Operator 4G Pertama di Indonesia", di kawasan Lippo Karawaci, Tangerang, Senin (28/6/2010).
Teknologi Wimax (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah suatu layanan broadband Internet nirkabel generasi ke empat (4G). Wimax beroperasi pada spektrum pita frekuensi 2.3 GHz dengan jangkauan lebih luas dan kemampuan transmisi lebih cepat yakni mencapai 75 Mbps.

Menurut Hengkie, investasi akan digunakan untuk pengembangan sistem operasi, sistem tagihan, backhole, BTS, penyediaan perangkat terminal customer premise equipment (CPE) dan base station. "Selain itu juga untuk membayar lisensi dan Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi, dan up front fee penyelenggaraan layanan Wimax pada tahun pertama," kata Hengkie.

Ia menjelaskan, hingga kini pihaknya sudah membangun hingga sekitar 90 menara radio pemancar (base transceiver station) atau BTS. Jumlah BTS itu akan terus ditingkatkan sesuai dengan permintaan masyarakat terhadap Wimax.

Layanan Sitra Wimax dalam tiga bulan ke depan akan digelar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Banten. Sitra sendiri memenangkan tender Wimax untuk zona Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Jabodetabek, dan Provinsi Banten. Sitra Wimax sendiri sudah lolos uji laik operasi (ULO) oleh Ditjen Postel pada pertengahan Juni 2010. Dengan demikian saat itu pula perusahaan ini bisa melakukan komersial penuh.

"Target pelanggan diperkirakan mencapai sekitar 100.000-150.000 pelanggan pada tahun pertama atau Juni 2011. Sebanyak 500.000 pelanggan pada tahun ke tiga, serta sebanyak 1 juta pelanggan pada tahun 2015," ujar Hengkie.

Ia menuturkan, potensi pelanggan Wimax di Jakarta saja bisa mencapai sekitar 5 juta. "Ini merupakan pasar yang besar untuk dapat diraih perusahaan penyedia wimax," katanya.

Meski begitu ia mengutarakan, potensi pangsa pasar yang dapat diraih tergantung juga pada harga perangkat wimax yang ada. Diketahui, perusahaan penyedia perangkat Sitra Wimax adalah PT Teknologi Riset Global (TRG) sebagai penyedia perangkat Wimax berupa customer premise equipment (CPE) dan base station. Harga satu unit CPE saat ini berkisar 200 dolar AS.

"Kita berharap dengan kemajuan teknologi bisa lebih murah lagi," katanya. Dengan begitu diutarakannya, sejalan dengan dikembangkannya layanan Wimax, maka tarif internet dipastikan akan lebih murah dibanding saat ini.

TRG Pasok Perangkat Jaringan Sitra Wimax

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak mudah menjadi operator Wimax di Indonesia. Perusahaan atau konsorsium yang berminat musti menang tender yang dilakukan Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi untuk memperoleh lisensi layanan berdasarkan zona wilayah tertentu. Bahkan, untuk lulus uji laik operasi harus memenuhi persyaratan antara lain menggunakan kandungan konten lokal dengan persentase yang ditentukan. Hal tersebut merupakan upaya pemerintah untuk mendorong perkembangan industri perangkat telekomnunikasi dalam negeri dan percepatan alih teknologi.
Kesempatan ini berhasil dimanfaatkan PT Teknologi Riset Global (TRG), anak perusahaan Indonesia Tower. PT First Media yang akan mulai menyediakan layanan Wimax untuk pertama kalinya minggu depan menggandeng TRG sebagai pemasok perangkat jaringannya. TRG yang berpusat di Batam, Kepulauan Riau memasok perangkat CPE (customer premise equipment) yang harus dipasang di rumah pelanggan dan BTS (base station transceiver). Sementara antena BTS dipasok dari Hariff, Bandung.

"Konten lokal di CPE sudah lebih dari 30 persen, di BTS lebih dari 40 persen konten lokal, dan antena dari Hariff malah sudah 100 persen," ujar Presiden Direktur TRG Gatot Tetuko di sela-sela soft launch Sitra Wimax, Senin (28/6/2010). Ia mengatakan pada tahap awal Sitra Wimax akan menggunakan TRG sebagai pemasok perangkat untuk wilayah Jabodetabek dan siap memenuhi kebutuhan First Media.

Saat ini, perangkat CPE buatan TRG diakui Gatot masih berukuran besar dan harus dipasang di luar ruangan (outdoor). Namun, pada akhir tahun ini TRG bakal merilis CPE yang lebih praktis dan bisa dipasang di dalam ruangan layaknya modem atau router. Harganya pun masih relastif mahal sekitar 200 dollar AS, namun ia yakin akan terus turun seiring naiknya permintaan. Pelanggan dapat mengakses kecepatan tinggi langsung dari perangkta tersebut menggunakan kabel atau membagi akses broadband dengan router WiFi agara bisa digunakan bersama-sama di sekitarnya.

Gatot menjelaskan, TRG menjalin kerja sama dengan perusahaan sidng yang ahli di bidang teknologi Wimax untuk mengembangkan board CPE bersama. Bahkan, TRG diklaim menjadi satu-satunya pemasok perangkat Wimax yang beroperasi di frekuensi 2,3 GHz. Saat ini TRG memiliki tiga unit produksi CPE dan BTS dengan kapasitas produksi 5.000 unit CPE per bulan dan 200 unit BTS per bulan.

Layanan Wimax Bisa Dorong Ekonomi

TANGERANG, KOMPAS.com - Kehadiran layanan internet broadband nirkabel diyakini akan turut mendorong ekonomi Indonesia. Demikian disampaikan CEO Sitra Wimax Kumaran Singaram dalam soft launch Sitra Wimax, layanan baru PT First Media yang menggunakan teknologi generasi keempat (4G).

"Hasil penelitian menunjukkan penambahan akses broadband satu persen bisa mendorong GDP (gross domestic product) 0,1 persen. Untuk wilayah Indonesia yang berpenduduk sangat besar, kenaikan GDP nilainya sangat signifikan," ujar Kumaran.
Menurut Kumaran, tren bisnis saat ini membutuhkan akses ke layanan online untuk dapat bersaing di pasar yang terbuka. Internet broadband akan membantu pelaku usaha selalu terhubung ke klien dan pemasoknya. Misalnya, UKM yang memasok bahan baku ke industri bisa selalu terhubung ke sistem supply chain sehingga dapat memasok seuai kebutuhan dengan tepat.

Internet broadband berbasis nirkabel seperti Wimax, kata Kumaran, bisa lebih fleksibel menjangkau pengguna lebih banyak ketimbang layanan berbasis kabel serat optik. Daerah-daetah yang selama ini tidak terjangkau kabel optik karena lokasinya yang jauh atau posisinya yang sulit bisa diakses layanan broadband nirkabel dengan mudah.

"Dalam 18 bulan jumlah pelanggan Wimax akan sama dengan pelanggan kabel kami," ujarnya. Pada peluncuran Sitra Wimax saat ini, PT First Media mengkalim telah melayani sekitar 300.000 pelanggan dan tumbuh sekitar 15 persen setahun terakhir.

Selain itu, untuk bisa mendapat izin uji laik operasi Wimax, PT First Media juga diwajibkan memenuhi syarat kandungan konten lokal dalam perangkat yang digunakannya. Hal tersebut turut mendorong kemajuan industri perangkat telekomunikasi dalam negeri. Konten lokal yang dipakai di layanan Sitra Wimax saat ini mencapai lebih dari 30 persen pada perangkat CPE (consumer premise equipment), lebih dari 40 persen di BTS, dan 100 persen di antena.

Sitra Wimax secara bertahap akan melayani pelanggan di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), Banten, Aceh, dan Sumatera Utara mulai awal Juli 2010.

First Media Gelar Layanan Sitra Wimax 4G


Jakarta (ANTARA) - PT First Media Tbk, meluncurkan layanan Sitra Wimax, koneksi jaringan internet nirkabel berkecepatan tinggi berbasis teknologi Wimax.

"Sitra Wimax siap menjadi pelopor layanan internet nirkabel super cepat dengan kualitas terbaik," kata Direktur First Media, Hengkie Liwanto, di sela softlaunch "Sitra Wimax Operator 4G Pertama di Indonesia", di kawasan Lippo Karawaci, Tangerang, Senin.
Teknologi Wimax (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah suatu layanan broadband internet nirkabel generasi ke empat (4G).

Wimax sendiri adalah teknologi berbasis data yang bekerja pada spektrum pita frekuensi 2.3 GHz layaknya Wi-Fi namun dengan jangkauan lebih luas dan kemampuan transmisi lebih cepat yakni mencapai 75 Mbps.

Sitra sendiri memenangkan tender Wimax untuk zona Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dan empat zona yang mencakup Jabodetabek dan propinsi Banten.

"Penggelaran jaringan Sitra Wimax akan dilakukan secara bertahap di kawasan barat Jakarta dan sekitarnya," kata Hengki.

Sementara itu Dirjen Pos dan Telekomunikasi Depkominfo, Budi Setiawan mengatakan, menyambut baik peluncuran Sitra Wimax.

"Kami berharap Sitra Wimax menjadi perangsang terselenggaranya layanan internet berkualitas dengan kecepatan tinggi di Indonesia," kata Budi.

Ia juga meminta Sitra mempercepat pembangunan jaringan di wilayah Sumbagut, untuk lebih mempercepat pemerataan jaringan internet di wilayah itu.

"Sitra sudah lolos uji laik operasi (ULO) untuk wilayah Jabodetabek, tinggal ULO untuk wilayah Sumbagut," kata Budi.

Terkait dengan semangat pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), ia menuturkan, pemerintah akan betul-betul melakukan klarifikasi sejalan dengan program memajukan industri dalam negeri.

Untuk merealisasikan TKDN tersebut, Sitra menggandeng PT Teknologi Riset Global (TRG) sebagai penyedia perangkat Wimax berupa customer premise equipment (CPE) dan base station. Pada tahap awal Sitra akan menggunakan TRG sebagai pemasok perangkat untuk wilayah Jabodetabek.

Sementara itu, Direktur TRG Gatot Tetuko mengatakan, jika mengacu pada CPE yang diproduksi maka TKDN sudah mencapai di atas 30 persen, sedangkan TKDN BTS di atas 40 persen.

"Kapasitas produksi CPE TRG bisa mencapai 5.000 unit per bulan, dan BTS mencapai 200 unit per bulan," katanya.

Ia menjelaskan, saat ini TRG memiliki tiga unit line produksi CPE dan BTS yang bisa ditingkatkan sesuai dengan permintaan pasar.

Menurut Kumaran Singaram, Sitra menargetkan dapat meraih pelanggan Wimax sebanyak 100.000-150.000 pelanggan pada tahun pertama atau Juni 2011.

"Sebanyak 500.000 pelanggan pada tahun ke tiga, serta sebanyak 1 juta pelanggan hingga April 2015," kata Kumaran.

Kamis, 24 Juni 2010

Apple Tanamkan Anti-Malware Di Snow Leopard


TEMPO Interaktif, California - Apple Inc. diam-diam membenamkan software anti-malware dalam sistem operasi Snow Leopard terbaru.

Perusahaan keamanan teknologi informasi Sophos menyatakan, Apple Inc. telah membenamkan peranti lunak anti penyusup (anti-malare) yang dapat merusak sistem kompter dalam sistem operasi Snow Leopard terbaru.
Ketika Apple merilis Snow Leopard alias OS X 10.6.4 pada Selasa lalu, perusahaan yang bermarkas di Cupertino, California ini menyatakan sisitem operasi tersebut akan menjawab berbagai masalah dalam sistem komputer, seperti koneksi VPN. Namun pada saat itu, Apple tak mengatakan apa-apa tentang penambahan peranti lunak anti-malware ini.

Namun Sophos menemukan sebuah kode file XProtect.plist yang dibenamkan di dalam sistem operasi tersebut. Kode tersebut dapat mendeteksi jika ada penyusup yang ingin merusak sistem komputer Mac dari Apple.

Ketika menjajal kerja sistem operasi itu, Sophos menemukan penyusup yang dijuluki "HellRTS". Ini adalah sebuah sebuah Trojan (bentuk perangkat lunak yang mencurigakan yang dapat merusak sebuah sistem atau jaringan) yang memungkinkan penyerang menggunakan komputer yang terinfeksi untuk mengirim spam, mengambil screenshot, mengakses file, dan menguasai komputer. Namun berkat software anti-malware tersebut Trojan tak dapat masuk ke sistem komputer Mac.